Hai aku Poe. Aku sekarang duduk di kelas 3 SMP 1 Marga. Aku sangat bahagia. Aku punya 2 orang tua dan kakak yang sangat menyayangiku. Aku punya sahabat yang baik padaku. Aku punya pacar (Ie) yang cinta padaku. Saat aku sakit semuanya memperhatikanku, merawat dan menjagaku hingga aku sembuh. Hidup ini terasa sangat sempurna untukku.
Semuanya terasa indah sampai suatu hari pacarku memutuskan hubungan kami. Aku merasa sangat sedih. Aku menceritakan semuanya pada sahabatku ( Die ). Setelah sekian lama aku belum juga bisa melupakan pacarku (mantan pacar maksudku). Aku pun berusaha melupakan mantan pacarku dengan cara menyibukkan diri belajar namun, belajarpun juga tidak bisa membuatku melupakan mantan pacarku. Hingga akhirnya aku menemukan seorang laki-laki yang bisa membuatku sedikit melupakan mantan pacarku. Dia bernama Pie. Pie adalah teman sekelasku sekaligus pacar baruku. Bulan demi bulan aku lalui dengan Pie. Hingga pada suatu hari kami bertengkar dan hubungan ini tidak bisa di pertahankan lagi. Akhirnya kamipun memutuskan untuk berpisah. Tidak dapat dibohongi bahwa aku masih mengharapkan Ie berada disisiku namun, itu terasa tidak mungkin. Meskipun kami sangat dekat hingga terlihat seperti orang yang sedang pacaran namun, Ie sudah tidak menaruh rasa apapun terhadapku. Hingga pada suatu hari Die cerita padaku bahwa dia menyukai Ie. Akupun masih tidak percaya hingga akhirnya Ie bicara hal yang sama padaku. Aku terpukul dan menangis tanpa henti. Seorang sahabat yang aku anggap dia akan mengerti hatiku namun dia malah menusukku dari belakang. Aku tidak tahu apa yang harus aku katakan. Semua telah berubah. Hatiku hancur berkeping-keping. Hubungan itupun berjalan diatas air mataku. suatu hari aku minta tolong pada Ie namun terjadi salah paham diantara kami bertiga. Die mengira kalau Ie memihakku padahal yang sebenarnya tidak begitu. Aku dan Ie pun akhirya bertengkar dan untuk pertama kalinya Ie memarahiku. Hatiku terasa terpukul dan sedih. Selama bertahun-tahun aku mengenal Ie baru kali ini aku di marahinya. Komunikasi diantara kamipun terputus begitu saja. Hatiku semakin sakit dan hancur. ternyata sahabat yang aku banggain adalah seorang "PENGHIANAT".
Jadi jagalah hatimu sebelum hatimu terluka.



0 komentar:
Posting Komentar